Untuk hari ini, Andi Rahmawan Kurniadi, salah satu artist kami kebagian mengarang cerita dengan tema Hijab (untuk game Hijab Dress Up).

Berikut ceritanya

Sinai

Tertunduk merenung seorang wanita tua berhijab duduk disudut sebuah ruangan dirumahnya pandangannya mengisyaratkan sebuah kejadian yang sedang dia bayangkan, adalah Cerry yang baru seminggu mengenal wanita tua itu, Sinai namanya Cerry bertemu Sinai saat sedang melakukan perjalanan untuk mencari pencerah, dia jelajahi hutan dan pedesaan sampai akhirnya dia sampai disebuah desa terpencil dimana situasiya sejuk berada disebuah lembah yang diapit oleh perbukitan yang terjal.

Pedesaan itu sangatlah harmonis , orang-orangnya sangat ramah terhadap pendatang itulah yang membuat Cerry sedikit ingin berlama lama di desa ini.

Setelah sedikit bercengkrama dengan warga sekitar untuk Cerry mencari tempat tinggal sementara akhirnya dia diajak oleh salah satu penduduk kesebuah rumah dan diperkenalkan dengan wanita tua, di disanalah Sinai tinggal.

Sinai hidup sendiri sampai dia lanjut usia, ternyata Sinai juga bukan merupakan penduduk asli, dia sama halnya dengan Cerry merupakan pendatang. Dia menetap dan berbaur dengan penduduk sekitar di umur nya yang ke 45.

Udara di bulan april sangat lah begitu hangat, bunga bunga bermekaran dan dedaunan hijau rindang menyapa dengan mesra, Sinai yang duduk dipojokan ruangan favoritnya menatap kearah jendela yang diluar udaranya sangat terik dan nyaman untuk menghabiskan satu gelas es campur.

Tiba-tiba Sinai memanggil Cerry untuk membawakan sebuah gelas air putih dingin, dan menyuruhnya untuk menemani duduk.

Ternyata Sinai ingin berbincang sekaligus bertanya alasan Cerry sampai ke desa ini, namun Cerry masih enggan dan tertutup untuk mengatakannya. Ternyata Sinai mengerti dan memamahi bahwa Ceryy belum mau mengungkapkannya. Perbincangan itu terus berlanjut sampai Sinai lambat laun bercerita bagaimana dia berada di desa ini.

Di bercerita ketika masih kecil dia berasal seorang anak yang keluarganya di bantai saat perang dan diculik. Selama di culik dia dipaksa dilatih menjadi agen rahasia yang diperintahkan untuk membunuh orang-orang penting sampai diumur dia yang ke 25 dia merupakan agen rahasia terlatih yang merupakan orang terbaik didivisinya.

Namun di dalam batinnya dia merasa tersiksa semua orang yang dia habisi selalu membayangi dia dalam mimpi, semua itu dia paksa lakukan karena dia lebih takut dengan sebuah alat yang ditanam di tubuhnya yang bila diaktikan lebih mebuatnya tersiksa dan sulit menolak untuk melalukan tugas.

Alat tersebut ditanam di dalam tubuhnya ketika dia pertama masuk dan dilatih untuk menjadi agen rahasia sekaligus mesin pembunuh. Pada saat itu sekitar pertengahan tahun dia mendapat perintah kembali untuk menghabisi musuh politik seseorang, nama targetnya bernama Omar bin salabim.

Ketika itu target yang bernama Omar tersebut berada di sebuah masjid untuk menunaikan shalat sunat
dhuha. Sinai yang menyamar menggunakan hijab masuk kedalam masjid, ketika masuk kedalam masjid tiba tiba perasaannya menjadi sangat damai semua hasrat membunuh dan menghabis lenyap seketika yang saat itu omar sedang membaca alquran sehabis mekalsananakan shalat dhua.

Saat itu dia belum faham agama apa yang Omar anut, hanya dia tau dan membaca arsip data omar sebelum melakukan misi adalah Islam. Lambat laun Sinai pun mendekati Omar yang sedang membaca al quran, bukan untuk membunuh tapi untuk lebih dekat mendengarkan mengapa lantuna itu lebih menenangkan hati ketimbang musik klasik, omar yang sedang khusuk tiba2 terhenti sejenak merasakan ada seseorang yang datang menghamprinya, seraya dia berkata oh, kamu orang yang akan membunuhku. Seketika Sinai kaget dan tersentak dengan terbata-bata dia berkata “bukan saya”.

Omar yang tidak mau memaksa Sinai mengaku, kembali melanjutkan membaca Al-Quran. Sinai pun duduk mematung seraya terus mendengarkan lantunan ayat yang dibacakan Omar. Beberapa saat kemudian Omar pun menutup lembaran Al-Quran. Dan bekata kepada Sinai, kapan kau mau melaksanakan tugasmu, Sinai makin tersentak dan tak bisa berkata apa apa, tubuhnya diam membisu.

Omar yang hanya diam melanjutkan keluar masjid dengan tenang sedang Sinai yang semakin mematung tiba2 menjerit kesakitan, alat yang ditanam ditubuh Sinai ternyata diaktipkan, seketia Omar pun langsung menghampiri Sinan dan berkata “ada apa dengan mu”, Sinai hanya menjerit dan menjerit kesakitan, Omar yang kebingungan terus memboyong Sinai keluar masjid, tak jauh dari gerbang keluar tiba2 sederetan tembakan menghujani mereka, Omar yang memboyong Sinai masih bisa melewati tembakan tersebut, ternyata serangan tersebut diarahkan bukan hanya kepada omar melainkan kepada sinan juga, tembakan itu bertujuan untuk menghabisi keduanya.

Sinai yang masih menjerit kesakitan itu terus diselamatkan Omar dari hujan tembakan yang ditujukan kemereka, sampai akhirnya Omar tertembak dan terluka parah untuk melindungi Sinai, sambil berkata untuk menyelamatkan diri kepada SInan Omar berkata “Islam akan Menenangkanmu”, sambil berlari tanpa arah Sinai menyelamatkan diri sembari kesakitan dan merus mengingat apa yang Omar katakana.

Selama perjalanan melarikan diri Sinan terus mencari dan belajar tentang islam,, lambat laun efek alat itu sirna walau alat itu masih tertanam dalam tubuhnya, ketika dia terus mendalami ajaran islam ada perintah seraya dia harus berhijab, setelah dia laksanakan hati dan pikirannya semakin tenang dan terarah sampai di pun terus melakukan perjalanan dan sampai ke desa yang sekarang dia habisakan untuk menikati ketenangan di usia senjannya.,

Seraya Sinai berkata “akhirnya yang selama aku cari telah aku dapatkan dan aku sangat iklas menjalaninya, Islam akan menenangkanmu”.

Setelah Sinai bercerita, Cerry pun sedikit termenung dan terdiam seraya mempikirkan dan merenungi cerita yang disampakai Sinai kepadanya.

Wah ternyata Andi memilih genre action untuk cerita Hijab. Mantap sekali Andi.

Terimakasih…

Next : Agung Syarifudin dengan tema Brain Breaker